SURAH AL-AN'AAM: 40-45

AL-AN'AAM (14)

AL-AN'AAM: 40-45

TEMPAT MENGADU HANYA KEPADA ALLAH SWT PADA SAAT DITIMPA KESULITAN

FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM

Ayat (قُلْ أَرَءَيْتَكُمْ) merupakan hujjah tak terbantahkan bagi orang-orang musyrik. Ayat ini sebuah perumpamaan bagus yang digunakan dalam berargumentasi dengan mereka. Di saat tertimpa musibah, mereka mengadu kepada Allah dan pada hari Kiamat mereka akan kembali kepada-Nya. Lantas, mengapa kemusyrikan ini terus terjadi pada saat kondisi mereka sejahtera? Padahal, pada saat mereka sedang kesulitan, mereka meninggalkan berhalanya dan menyeru kepada Allah SWT agar menghilangkan adzab dari mereka? Semua ini menunjukkan adanya pengakuan dari mereka terhadap Allah SWT.

Di antara wujud sifat belas kasih Allah SWT kepada hamba-Nya adalah adanya peringatan dari Allah mengenai kondisi umatumat terdahulu yang bisa diambil pelajaran dan nasihat. Sesungguhnya, Allah SWT mendidik hamba-hamba-Nya dengan kesengsaraan (harta benda) dan kesulitan (yang menimpa badan) serta dengan apa saja yang dikehendaki oleh-Nya,

_“Dia (Allah) tidak ditanya tentang apa yang dikerjakan, tetapi merekalah yang akan ditanya."_ *(al-Anbiyaa': 23)*

Hal ini supaya mereka kembali kepada Allah SWT serta berpaling dari kekafiran dan kemaksiatan sehingga mereka sadar.

Akan tetapi, pada umumnya, kedurhakaan selalu mengiringi kekafiran. Oleh karena itu, Allah SWT mencela orang kafir yang yang tidak mau berdoa dan menginformasikan bahwa mereka tidak tunduk saat diturunkannya adzab. Boleh jadi, mereka berdoa, namun tanpa disertai keikhlasan atau mereka berdoa pada saat terkena adzab dan pada saat itu hal ini tidak ada gunanya bagi mereka.

Dari penjelasan di atas, bisa dipahami bahwa berdoa diperintahkan saat kondisi lapang atau sempit. *Allah SWT berfirman,*

_"Dan Tuhanmu berfirman, 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya, orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hinadina."_ *(al-Mu'min: 60)*

Ini adalah sebuah ancaman yang teramat nyata.

Adapun adanya kedurhakaan orang kafir ditunjukkan dalam *firman Allah SWT (وَلَـٰكِن قَسَتْ قُلُوبُهُمْ)* yakni keras kepala dan keras hatinya. Hal ini merupakan ungkapan bagi orang kafir dan orang yang selalu berbuat maksiat. Mereka dalam hal ini terpengaruh oleh setan (وَزَيَّنَ لَهُمُ ٱلشَّيْطَـٰنُ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ) setan membujuk dan menggiring mereka pada kemaksiatan.

Kenikmatan yang diberikan kepada seorang hamba bukan berarti hal itu menunjukkan keridhaan Allah SWT. Apabila kenikmatan itu dibarengi dengan kemaksiatan, hal tersebut merupakan istidraj dari Allah SWT, sebagaimana dalam *firman-Nya:*

_"Dan Aku memberi tenggang waktu kepada mereka. Sungguh, rencana-Ku sangat teguh."_ *(al-Qalam: 45)*

Sebagian ulama ada yang berkata, "Semoga Allah memberikan rahmat bagi seorang hamba yang mentadabburi ayat ini, *(حَتَّىٰٓ إِذَا فَرِحُوا۟ بِمَآ أُوتُوٓا۟ أَخَذْنَـٰهُم بَغْتَةًۭ). Muhammad bin an-Nadhr al-Haritsi* mengatakan bahwa Allah SWT menangguhkan kaum-kaum ini sampai dua puluh tahun. Hasan al-Bashri mengatakan "Demi Allah, tidak ada seorang manusia pun yang diberi kelapangan duniawi oleh Allah SWT, lalu ia tidak memiliki kekhawatiran bahwa hal itu adalah ujian dari Allah, kecuali amalnya akan menurun dan akalnya menjadi lemah. Tidaklah Allah menahan pemberian kepada hamba, lalu ia tidak memiliki anggapan bahwa di dalamnya ada sebuah kebaikan, kecuali amalnya akan menurun dan akalnya menjadi lemah."

Sesungguhnya, kehancuran dan kebinasaan suatu kaum dalam pengetahuan kita merupakan hal yang menyedihkan, namun dalam takdir Allah SWT hal itu merupakan suatu pelajaran dan nasihat yang baik agar kerusakan tidak semakin merajalela.

Ayat (فَقُطِعَ دَابِرُ ٱلْقَوْمِ) mengandung kewajiban untuk meninggalkan kezaliman karena kezaliman selalu mendatangkan penderitaan. Ayat ini juga mengandung kewajiban untuk memuji kepada Allah SWT yang telah menghukum kezaliman agar kerusakan tidak terus berlanjut dan agar unsur kebaikan bisa tegak berdiri.===

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login