AL-AN'AAM (12)
AL-AN'AAM: 36-37
PENOLAKAN ORANG-ORANG MUSYRIK TERHADAP DAKWAH NABI MUHAMMAD SAW. DAN PERMINTAAN MEREKA AGAR NABI MENURUNKAN MUKJIZAT
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Wujud nyata dari sebuah respons terhadap dakwah Nabi Muhammad saw. adalah dengan mendengar ayat-ayat Al-Qur’an dengan penuh perhatian, pemahaman, dan keinginan untuk mendapatkan kebenaran. Ini adalah jalan orang-orang Mukmin yang mau menerima apa yang mereka dengar, mengambil manfaat dan mengamalkannya.
Adapun sikap berpaling dari dakwah disebabkan indra yang tak dipergunakan. Mereka tidak mendengar dengan penuh perenungan dan tidak memahami ayat-ayat dengan penuh ketundukan dan pengamatan. Jadi, mereka menjadi seperti orang-orang mati karena hati mereka yang mati, bukan kematian fisik. Ini adalah jalan orang-orang kafir.
Sementara itu, permintaan mereka kepada Nabi agar diturunkan mukjizat dari Allah yang bersifat materiil dan bisa ditangkap indra tidak lain adalah sebuah bentuk keangkuhan. Pasalnya, telah ada bukti-bukti yang kuat dan hujjah Al-Qur’an yang tidak mampu mereka datangkan satu surat semisalnya. Hal ini terjadi karena Al-Qur’an mengandung informasi tentang hal-hal gaib, bebas dari kontradiksi, dan memiliki sastra yang tinggi. Hanya saja, sebagian besar mereka tidak mengetahui bahwa Allah SWT menurunkan mukjizat demi kemaslahatan hamba-hamba-Nya. Ia tidak menurunkannya hanya untuk mengabulkan permintaan yang bersifat berlebihan dan memaksa atau yang ditujukan untuk melemahkan Rasulullah saw. sebab dia tidak kuasa melakukan sedikit pun dari penurunan mukjizat-mukjizat itu atau lainnya, kecuali dengan kehendak Allah SWT dan iradah-Nya.===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
