AN-NISAA' (65)
AN-NISAA': 104
PERINTAH BERPERANG DENGAN TANPA MEMIKIRKAN RASA SAKIT DAN MENANTI-NANTI SALAH SATU DARI DUA KEBAIKAN
SEBAB TURUNNYA AYAT
Disebutkan bahwa ayat ini turun berkaitan dengan *Perang Uhud*, yang waktu itu *Rasulullah saw* memerintahkan dan menginstruksikan untuk pergi mengejar orang-orang musyrik. Sementara waktu itu di antara pasukan kaum Muslimin ada yang terluka. Waktu itu, Rasulullah saw. menginstruksikan bahwa yang boleh ikut berangkat bersama beliau hanyalah orang-orang yang sebelumnya ikut dalam kejadian Perang Uhud, sebagaimana hal ini sudah pernah disinggung dalam *surah Aali 'Imraan*.
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Padanan ayat ini adalah:
_"Jika kamu (pada Perang Uhud) mendapat luka, maka mereka pun (pada Perang Badar) mendapat luka yang serupa."_ *(Aali 'Imraan: 140)*
Kedua ayat ini sama-sama mengandung motivasi dan dorongan semangat untuk melawan dan memerangi musuh, sabar dan tabah di medan pertempuran, tetap teguh dan tegar di hadapan musuh, menjauhi sikap lemah, lemah semangat dan lemah tekad.
Kedua ayat ini ingin meyakinkan dengan mengetengahkan bukti-bukti riil dan empiris. Pertempuran sudah tentu akan meninggalkan kehancuran, keporakporandaan, korban terbunuh dan korban terluka, serta kerugian materil bagi kedua belah pihak. Jika orang-orang Mukmin merasakan sakit akibat penderitaan yang mereka alami, musuh-musuh mereka juga mengalami hal yang sama. Akan tetapi orang-orang Mukmin me
miliki sebuah kelebihan yang tidak dimiliki oleh musuh mereka, yaitu mereka memiliki pengharapan kemenangan dan pahala dari Allah SWT sedangkan musuh mereka tidak. Orang yang tidak beriman kepada Allah SWT tidak akan mengharap apa-apa dari-Nya. Karena itu, semestinya kamu sekalian wahai orang-orang Mukmin lebih berani, agresif, dan lebih bersemangat dalam perang daripada mereka.
Sesungguhnya Allah SWT Maha Mengetahui segala sesuatu dan keadaan para hamba-Nya yang Mukmin. Allah SWT tidak mensyari'atkan kepada mereka melainkan sesuatu yang mengandung hikmah yang sangat agung, kemaslahatan yang nyata serta kemanfaatan yang permanen dan tak kunjung hilang.===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
