SURAH ALI 'IMRAN 196 - 200

ALI 'IMRAN (58)

ALI 'IMRAN 196-200


ORANG-ORANG KAFIR, ORANG-ORANG YANG BERTAKWA, ORANG-ORANG YANG BERIMAN DARI KELOMPOK AHLI KITAB DAN BALASAN MASING-MASING


SEBAB TURUNNYA AYAT


*1. Sebab turunnya ayat 196:*
Ayat ini turun berkaitan dengan kaum musyrik kota Makkah, mereka memiliki kehidupan yang makmur, mereka sukses di dalam berdagang dan hidup bahagia. Lalu ada sebagian kaum Mukminin berkata, "Seperti yang kami lihat, para musuh Allah SWT itu hidup enak dan makmur; sedangkan kami binasa karena kelaparan dan kesulitan hidup." Lalu turunlah ayat ini.



*2. Sebab turunnya ayat 199:*
*An-Nasa'i* meriwayatkan dari *Anas*, ia berkata, "Ketika datang berita kematian *an-Najasyi*, maka *Rasulullah saw. berkata,* _"Lakukanlah shalat jenazah untuk an-Najasyi."_ Lalu para sahabat berkata, "Wahai Rasulullah, apakah kami menshalati jenazah seorang budak Habasyi." *Lalu Allah SWT menurunkan ayat ini.* Hal yang sama juga diriwayatkan oleh *Jabir bin Abdulah, Ibnu Abbas r.a., dan Qatadah*, mereka berkata, "Ayat ini turun berkaitan dengan an-Najasyi."

*3. Sebab turunnya ayat 200:*
Di dalam kitab shahihnya, *al-Hakim* meriwayatkan bahwa *Abu Salamah bin Abdurrahman* berkata, "Wahai putra saudaraku -Dawud bin Shalih- tahukah kamu, berkaitan dengan apakah ayat 200 surah Ali 'Imran turun?" Dawud bin Shalih berkata, "Tidak." Lalu Abu Salamah berkata, "Wahai putra saudaraku, pada zaman Nabi Muhammad saw. belum ditemukan _ats-Tsaghru_ (perbatasan atau tempat-tempat yang berbatasan dengan wilayah musuh yang kemungkinan besar mereka jadikan pintu untuk masuk menyerang) yang harus dijaga, akan tetapi yang dimaksudkan di sini adalah menunggu datangnya shalat setelah menunaikan shalat yang pertama.

*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*

Ayat-ayat ini mengandung beberapa hal berikut yang bisa dikatakan sebagai inti dari kandungan surah Ali 'Imran, yaitu, sebagai berikut:

1. Tidak terpedaya dan tertipu oleh keadaan orang-orang kafir yang hidup makmur dan sejahtera di dunia. Karena semua itu pasti akan sirna dan adzab mereka di neraka jahannam tidak lama lagi akan datang. Sesuatu yang kekal, yaitu kenikmatan di akhirat jauh lebih baik dari pada itu semua. Allah SWT memberikan kenikmatan hidup di dunia kepada seseorang yang tetap dalam kekafiran dan kemaksiatannya bukan berarti Allah SWT ridha kepadanya akan tetapi itu semua merupakan bentuk _al-Istidraaj_ (melengahkannya untuk selanjutnya ia secara pelan-pelan digiring kepada kebinasaan dan adzab tanpa ia sadari).

2. Bagi orang-orang yang saleh, bertakwa dan taat, pahala yang baik dan sempurna atau utuh, yaitu kekal di dalam surga-surga Allah SWT yang sangat luas, sebagai bentuk pemuliaan dan penghormatan bagi mereka.

3. Keimanan sebagian Ahli Kitab kepada Al-Qur'an merupakan kelanjutan keimanan mereka kepada kitab-kitab suci sebelumnya dan ini adalah yang jauh lebih baik dan lebih kekal bagi mereka.

4. Sabar di dalam menjalankan ketaatan, mengalahkan musuh dalam hal kesabaran, dan ketabahan, meneguhkan kesabaran di dalam menghadapi hawa nafsu, bersiap siaga di titik-titik perbatasan dan bertakwa kepada Allah SWT adalah jalan menuju keberuntungan dan kemenangan di dunia atas musuh, jalan menuju keselamatan dari adzab Allah SWT dan jalan menuju keberuntungan meraih nikmat akhirat.====

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login