*ALI 'IMRAN (24)*
*ALI 'IMRAN 81-83*
*PERJANJIAN DAN KESEPAKATAN PARA NABI UNTUK SALING MEMBENARKAN ANTARA NABI SATU DENGAN NABI YANG LAIN DAN PERINTAH MEREKA UNTUK BERIMAN*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Allah SWT mengambil dan menerima perjanjian para Nabi, yaitu mereka saling membenarkan, menolong dan mendukung antara satu terhadap yang lain. Ini adalah pertolongan dan dukungan dengan bentuk membenarkan. Di antara isi perjanjian atau piagam tersebut adalah mereka beriman kepada Nabi Muhammad saw. dan menolong serta mendukung beliau jika mereka mengalami pada masa beliau. Allah SWT memerintahkan para Nabi tersebut untuk mengambil atau memberlakukan perjanjian tersebut atas umat-umat mereka.
Kemudian datang kepada mereka -para umat Nabi terdahulu- Nabi Muhammad saw dan tidak ada keharusan bagi mereka kecuali beriman kepada risalah beliau dan menolong serta mendukung dakwah beliau sebagai sebuah bentuk pelaksanaan terhadap perjanjian agung para Nabi, jika mereka memang termasuk para pengikut para Nabi. Juga karena Nabi Muhammad saw membenarkan risalah para Nabi terdahulu. Karena menerima perjanjian termasuk bentuk sumpah. Sesuai dengan kesepakatan atau perjanjian tersebut, sebagian dari mereka -para Nabi- menjadi saksi atas sebagian yang lainnya dan Allah SWT menjadi saksi atas mereka semua. Dalam hal ini, orang yang tidak diberi kitab (maksudnya para pengikut Nabi) hukumnya sama dengan orang yang diberi kitab (Nabi).
Orang-orang -baik yang termasuk umat seorang Nabi atau tidak- yang berpaling dan menolak untuk mengikuti risalah Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw., berpaling dari iman kepada keesaan Allah SWT dan dari membenarkan risalah pamungkas para Nabi setelah diterima dan diambilnya perjanjian ini, maka mereka adalah orang-orang yang keluar dari lingkaran keimanan dan masuk ke dalam kelompok orang-orang kafir yang membangkang dan menolak untuk taat kepada Allah SWT.
Apakah mereka menghendaki selain agama Allah SWT?! Padahal seluruh penduduk langit dan bumi tunduk kepada hukum Allah SWT. Setiap makhluk pasti tunduk dan pasrah, karena makhluk memang diciptakan atas dasar sebuah tabiat yang ia tidak mampu untuk terlepas darinya.
_Al-Kalbi berkata, "Ka'b bin Asyraf dan para sahabatnya berselisih dengan kaum Nasrani, lalu mereka mengajukannya kepada Rasulullah saw. lalu mereka berkata, "Siapa di antara kami yang paling dekat atau paling berhak dikatakan sebagai pengikut agama Ibrahim?" Lalu beliau berkata, "Kedua belah pihak sama-sama terlepas dari agama lbrahim." Lalu mereka berkata, "Kami tidak menerima keputusanmu dan kami tidak pula akan mengikuti agamamu-" Lalu Allah SWT menurunkan ayat, (أَفَغَيْرَ دِينِ ٱللَّهِ يَبْغُونَ) "apakah mereka mencari selain agama Allah SWT?"_
Ayat ini sama dengan ayat:
_"Dan jika engkau bertanya kepada mereka' "siapakah yang menciptakan mereka' niscaya mereka menjawab, Allah, jadi bagaimana mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah)?"_ *(Az-Zukhruf: 87)*
_"Dan jika kamu bertanya kepada mereka' "siapakah yang menurunkan air dari langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?" Pasti mereka akqn menjawab, 'Allah"' Maka mengapa betapakah mereka bisa dipalingkan (dari kebenaran)."_ *(Al-'Ankabuut: 61)*
Diriwayatkan dari *Mujahid* dari *Ibnu Abbas r.a*., ia berkata, "Jika hewan kalian susah dikendalikan atau menjadi liar dan tidak bisa dikendalikan, maka bacalah ayat 83 surah Ali 'Imran ditelinga hewan tersebut".
Intinya adalah bahwa agama yang benar adalah kepasrahan dan ketundukan kepada Allah SWT dan ikhlas atau memurnikan ketaatan kepada-Nya. Sesungguhnya agama Allah SWT adalah satu, seluruh risalah dan syari'at para Nabi memiliki pokok-pokok umum yang sama. Para Nabi saling melengkapi antara satu dengan yang lainnya, saling menolong dan mendukung dakwah sesama. Mereka semua adalah para hamba Allah SWT yang beriman kepada keesaan-Nya, tunduk dan patuh kepada Dzat-Nya Yang Mulia, memurnikan agama atau ketaatan kepada-Nya dan mereka adalah orang-orang yang lurus. Mereka telah menyampaikan risalah mereka dengan sangat baik, yang menjadi kewajiban bagi umat manusia tidak lain adalah menetapi manhaj para Nabi, berjalan di atas sunnah mereka tanpa adanya perbedaan, perselisihan, permusuhan dan sikap fanatisme terhadap warisan nenek moyang yang sesat. Semua agama telah terlebur di dalam Islam dalam bentuknya yang terakhil semua hukum-hukum yang ada telah terlebur ke dalam hukum risalah Nabi Muhammad saw". Al-Qur'an membenarkan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan kitab-kitab tersebut berada di bawah kekuasaan atau kepemimpinan Al-Qur'an.
Agama Allah SWT adalah satu, yaitu hanya menyembah Allah SWT semata, tiada sekutu bagi-Nya, Dzat Yang kepada-Nya semua makhluk yang ada di langit dan bumi tunduk pasrah dan menyerahkan diri, baik dengan suka rela dan dengan kesadaran sendiri maupun dengan paksaan. *Allah SWT berfirman:*
_"Dan semua sujud kepada Allah baik yang di langit maupun yang di bumi, baik dengan kemauan sendiri maupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayang pada waktu pagi dan petang hari"._ *(ar-Ra'd: 15)*
_"Dan apakah mereka tidak memperhatikan sesuatu yang diciptakan Allah, bayang-bayangan berbolak-balik ke kanan dan ke kiri, dalam keadaan sujud kepada Allah, dan mereka (bersikap) rendah hati. Dan segala apa yang ada di bumi hanya bersujud kepada Allah yaitu semua makhluk bergerak (bernyawa) dan (juga) para malaikat, dan mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri. Mereka takut kepada Tuhan yang (berkuisa) di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka)"._ *(an-Nahl: 48-50)*
Seorang Mukmin tunduk, pasrah dan berserah diri kepada Allah SWT dengan seluruh iiwa dan raganya. Sedangkan orang kafir tunduk dan pasrah kepada Allah SWT dalam keadaan terpaksa dengan sebuah kekuasaan yang agung yang tidak ada sesuatu apa pun yang bisa melawan atau menolak.===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
