*AL-BAQARAH (59)*
*AL BAQARAH 198 - 203*
*LANJUTAN HUKUM-HUKUM HAJI*
*[Bagian 1]*
لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَن تَبْتَغُوا۟ فَضْلًۭا مِّن رَّبِّكُمْ ۚ فَإِذَآ أَفَضْتُم مِّنْ عَرَفَـٰتٍۢ فَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ عِندَ ٱلْمَشْعَرِ ٱلْحَرَامِ ۖ وَٱذْكُرُوهُ كَمَا هَدَىٰكُمْ وَإِن كُنتُم مِّن قَبْلِهِۦ لَمِنَ ٱلضَّآلِّينَ ١٩٨
*Artinya:* Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezeki hasil perniagaan) dari Tuhan-mu. Maka apabila kamu telah bertolak dari ʻArafah, berzikirlah kepada Allah di Masyʻaril Harām (Ialah bukit Quzah di Muzdalifah.). Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu; dan sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar termasuk orang-orang yang sesat.
ثُمَّ أَفِيضُوا۟ مِنْ حَيْثُ أَفَاضَ ٱلنَّاسُ وَٱسْتَغْفِرُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌۭ رَّحِيمٌۭ ١٩٩
*Artinya:* Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak ('Arafah) dan mohonlah ampun kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
فَإِذَا قَضَيْتُم مَّنَـٰسِكَكُمْ فَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ كَذِكْرِكُمْ ءَابَآءَكُمْ أَوْ أَشَدَّ ذِكْرًۭا ۗ فَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَقُولُ رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى ٱلدُّنْيَا وَمَا لَهُۥ فِى ٱلْـَٔاخِرَةِ مِنْ خَلَـٰقٍۢ ٢٠٠
*Artinya:* Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berzikirlah (dengan menyebut) Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu #1, atau (bahkan) berzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang berdoa, "Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia", dan tiadalah baginya bagian (yang menyenangkan) di akhirat.
#1 - Adalah menjadi kebiasaan orang-orang Arab Jahiliah setelah menunaikan haji, lalu bermegah-megahan tentang kebesaran nenek-moyangnya. Setelah ayat ini diturunkan, maka memegahkan nenek moyangnya itu diganti dengan zikir kepada Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā .
وَمِنْهُم مَّن يَقُولُ رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى ٱلدُّنْيَا حَسَنَةًۭ وَفِى ٱلْـَٔاخِرَةِ حَسَنَةًۭ وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ ٢٠١
*Artinya:* Dan di antara mereka ada orang yang berdoa, "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka"
أُو۟لَـٰٓئِكَ لَهُمْ نَصِيبٌۭ مِّمَّا كَسَبُوا۟ ۚ وَٱللَّهُ سَرِيعُ ٱلْحِسَابِ ٢٠٢
*Artinya:* Mereka itulah orang-orang yang mendapat bagian dari apa yang mereka usahakan; dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya.
۞ وَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ فِىٓ أَيَّامٍۢ مَّعْدُودَٰتٍۢ ۚ فَمَن تَعَجَّلَ فِى يَوْمَيْنِ فَلَآ إِثْمَ عَلَيْهِ وَمَن تَأَخَّرَ فَلَآ إِثْمَ عَلَيْهِ ۚ لِمَنِ ٱتَّقَىٰ ۗ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّكُمْ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ ٢٠٣
*Artinya:* Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang #1). Barang siapa yang ingin cepat berangkat (dari Mina) sesudah dua hari, maka tiada dosa baginya. Dan barang siapa yang ingin menangguhkan (keberangkatannya dari dua hari itu), maka tidak ada dosa pula baginya, bagi orang yang bertakwa. Dan bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah bahwa kamu akan dikumpulkan kepada-Nya.
#1) - Maksud zikir di sini ialah membaca takbir, tasbih, tahmid, talbiah, dan sebagainya. Beberapa hari yang berbilang ialah tiga hari sesudah hari Raya Haji, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 bulan Zulhijah. Hari-hari itu dinamakan hari-hari Tasyriq.
*SEBAB TURUNNYA AYAT*
*Turunnya ayat 198*
Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Abbas, katanya: Ukazh, Mijannah, dan Dzulmajaz adalah pasar-pasar yang dikenal di masa Jahiliyah. Kemudian mereka merasa berdosa kalau berdagang pada musim haji, maka mereka menanyai Rasulullah saw mengenai hal itu, sehingga turunlah ayat; "Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezeki hasil perniagaan) dari Tuhanmu" pada musim haji. Ahmad, Ibnu Abi Hatim, Ibnu Jarir ath-Thabari, Hakim, dan lain-lain meriwayatkan dari sejumlah jalur dari Abu Umamah at-Taimi, katanya: Aku berkata kepada Ibnu Umar:
"Kami biasanya menyewakan hewan tunggangan kepada jamaah haji. Apakah haji kami sah?" Ibnu Umar menjawab: Seorang laki-laki pernah menghadap Nabi saw. lalu bertanya tentang persoalan seperti yang kau tanyakan ini, dan beliau tidak menjawabnya, hingga Jibril mendatangi beliau untuk menyampaikan ayat ini: "Tidak ada dosa bagimu...." Akhirnya beliau memanggil orang itu dan bersabda, "Haji kalian sah."
*Turunnya ayat 199*
Ibnu Jarir ath-Thabari meriwayatkan dari Ibnu Abbas, katanya: Orang-orang Arab dulu biasanya berwukuf di Arafah, sedangkan suku Quraisy melakukan wukuf di Muzdalifah. Maka Allah menurunkan firman-Nya, " Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak (Arafah)."
*Turunnya ayat 200*
Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Ibnu Abbas, katanya: Orang-orang di masa Jahiliyah dulu, ketika melakukan wukuf di musim haji, berkata, "Bapakku dulu sering memberi makan, menanggung jaminan buat orang (yang punya utang), menanggung diyat'.." Tak ada yang mereka sebut-sebut selain tindakan-tindakan leluhur mereka yang membanggakan. Maka Allah menurunkan firman-Nya, "Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berdzikirlah (dengan menyebut) Allah". Sementara itu Ibnu Jarir meriwayatkan dari Mujahid, katanya: Apabila sudah menyelesaikan manasik haji, orang-orang dulu berkumpul di dekat jamrah lalu menyebut-nyebut para leluhur mereka serta perbuatan-perbuatan mulia mereka di masa Jahiliyah, maka turunlah ayat ini. Waktu itu ada di antara mereka yang sampai berkata begini: "Ya Allah, bapakku dulu kemahnya besar, talamnya lebar, dan hartanya banyak, maka berilah aku seperti apa yang Kau berikan kepadanya. Ia tidak menyebut selain bapaknya. Maka turunlah ayat ini, agar mereka lebih banyak menyebut Allah ketimbang menyebut bapak-bapak mereka di masa jahiliyah.
*Turunnya bagian akhlr ayat 200 dan ayat 200-201*
Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Ibnu Abbas, katanya: Dulu ada sebagian orang Arab yang datang ke tempat wukuf dan berdoa begini: "Ya Allah, jadikanlah tahun ini banyak turun hujan sehingga tanah menjadi subur dan penuh kemakmuran." Mereka sama sekali tidak menyebut akhirat. Maka Allah menurunkan firman-Nya mengenai mereka: "Maka di antara manusia ada orang yang berdoa: 'Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia dan tiadalah baginya bagian (yang menyenangkan) di akhirat." Di samping itu ada sebagian orang beriman yang datang ke sana dan berdoa begini: "berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka" sampai firman-Nya, "dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya". ===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
