*MARYAM (17)*
*EJEKAN KAUM MUSYRIKIN TERHADAP HARI KEBANGKITAN DAN TERHADAP DIKUMPULKANNYA MANUSIA DI PADANG MAHSYAR*
*Surah Maryam Ayat 77-80*
*Sebab Turunnya Ayat*
Para imam, di antara Imam Ahmad, Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Tirmidzi, Imam Thabrani dan Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Khabbab bin al-Arat, dia berkata, "Dahulu saya adalah seorang pandai besi.
Ketika itu, al-Ash bin Wa'il mempunyai utang terhadapku. Ketika saya mendatanginya untuk menagihnya, dia berkata, "Tidak! Demi Allah aku tidak akan melunasi utangku hingga kamu kafir terhadap Muhammad saw.." Saya katakan kepadanya, "Tidak! Demi Allah saya tidak akan kafir terhadap Muhammad saw. hingga kamu mati kemudian dibangkitkan kembali." Ash bin Wa'il berkata, "Jika aku mati kemudian dibangkitkan kembali, datangi aku karena di sana aku memiliki harta dan anak, lalu aku akan melunasi utangku.” Allah SWT menurunkan ayat, *(أَفَرَءَيْتَ ٱلَّذِى كَفَرَ بِـَٔايَـٰتِنَا وَقَالَ لَأُوتَيَنَّ مَالًۭا وَوَلَدًا)*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ini adalah kisah laki-laki lain, yaitu Ash bin Wa'il. lni merupakan salah satu kisah aneh yang menunjukkan kebodohan dan kedunguan pikiran orang kafir; serta angan-angan mereka yang manis di bibir saja. Padahal di akhirat kelak dia akan mendapati hal yang sangat berlawanan dengan apa yang dia ucapkan.
Walaupun kekafiran Ash bin Wa'il sangat kuat terhadap tanda-tanda kekuasaan Allah, juga pengingkaran dan ejekannya terhadap hari kebangkitan, anehnya dia ingin diberi harta yang melimpah dan anak yang banyak di akhirat kelak, sedangkan dia tidak memiliki bukti bahwa apa yang dia katakan itu benar. Ucapannya ini memerlukan salah satu dari dua hal, yaitu pengetahuan tentang perkara gaib atau mendapatkan janji dari Allah.
Apakah dia mengetahui perkara gaib sehingga dia tahu bahwa dia akan masuk ke surga? Ataukah dia telah berjanji kepada Allah untuk bertauhid, melakukan amal saleh lalu mendapatkan janji dari-Nya untuk dimasukkan ke dalam surga? Semua ini tidak sama sekali; dia tidak mengetahui perkara gaib dan tidak mendapatkan janji dari Allah. Sedangkan, Allah akan mencatat ucapannya dan memberikan hukuman kepadanya di akhirat, serta menimpakan adzab melebihi adzab yang dia dapatkan. Allah akan mengambil harta dan anak yang Dia berikan kepadanya ketika di dunia. Sehingga dia pun akan datang sendirian, tanpa harta, anak ataupun keluarga yang akan menolongnya. Kemudian dia akan ditenggelamkan ke dalam neraka Jahannam sebagai balasan bagi perbuatannya yang mungkar dan kekafirannya yang nyata.===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
